RSS

Tag Archives: Batak cerita lucu

Jangan Baca Halaman Terakhir.

Suatu hari Bedu mampir ke sebuah toko buku yang sudah tua, agak remang-remang dan pengunjungnya jarang, suasananya sedikit angker. Toko itu hanya dijaga oleh seorang kakek yang sudah tua sekali.

Bedu adalah penggemar cerita horor, jadi buku yang dia cari ya cerita-cerita horor. Setelah dicari-cari, ketemulah buku yang berisi kumpulan cerita horor. Tanpa pikir panjang Bedu langsung menuju kasir untuk membayar.

Bedu : ”Yang ini berapa harganya?”

Kakek : ”Sembilan puluh ribu nak”

Bedu : ”Waduh, mahal bener kek, padahal bukunya tipis gini?”

Kakek : ”Kalau tidak ingin beli, kembalikan saja bukunya”

Bedu : (Kata Bedu dalam hati) ”Waduh, mana duitku pas-pasan lagi”.

Tapi karena sudah niat sekali, akhirnya Bedu membeli buku itu juga. Setelah membayar Bedu langsung keluar dari toko, namun baru sampai di pintu toko kakek itu memanggil Bedu,

Kakek : ”Nak, jangan coba-coba membuka halaman terakhir dari buku itu kalau tidak ingin menyesal nantinya”

Bedu merinding dan hanya bisa menelan ludah saja tanda kaget lalu segera ia meninggalkan toko buku yang angker itu.

Tengah malam, tiba-tiba hujan turun deras sekali disertai petir yang menggelagar dan angin kencang membuat jendela kamar Bedu terbuka.

Angin kencang yang bertiup masuk ke kamar Bedu membuatnya terbangun dari tidurnya. Angin itu juga membuat buku horor yang dibelinya tadi siang membalikkan halamannya satu demi satu dengan cepat.

Teringat ucapan kakek penjaga toko, Bedu langsung menahan buku itu agar tidak membalikkan halaman lagi, namun apa daya halaman terakhir dari buku itu sudah terbuka.

Bedu ketakutan dan dengan pelan-pelan ia ingin melihat isi dari halaman terakhir itu. Isi dari halaman terakhir dari buku itu adalah:

”KUMPULAN CERITA-CERITA HOROR.. SELESAI… DAPATKAN JUGA KOLAKSI-KOLEKSI CERITA HOROR LAINNYA DI TOKO BUKU KESAYANGAN ANDA, HANYA SEHARGA Rp. 15.000,- ”

 

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Jika Orang Anti Merokok Ketemu Perokok.

Anti Rokok berkata:

  1. Angka belanja rokok orang Indonesia setiap tahun tidak kurang dari 150 trilliun Rupiah. Uang sebanyak itu, kalau semuanya adalah pecahan 50 ribu-an yang disambung-sambung, maka akan sama dengan membuat untaian sepanjang jarak bumi – bulan 7 kali bolak-balik. Atau kalau dibelikan tusuk gigi dan kemudian dirangkai dan dilem bisa menghasilkan maket 7 keajaiban dunia dengan skala 1:20 sebanyak 300 buah. Atau bisa dibelikan sedan Mercedes terbaru sebanyak 300.000 unit.
  2. 80% perokok di Indonesia adalah orang-orang miskin yang mungkin bosan hidup dalam kemiskinan, sehingga memilih merokok untuk mempercepat kematian. Yang 15% adalah kalangan menengah yang stress dengan tanggung jawab di pekerjaannya. Dan 5% perokok disini adalah orang kaya yang kebingungan menghabiskan uangnya.
  3. Hebatnya lagi, ’orang-orang miskin’ itu, membelanjakan uangnya untuk membeli produk yang membuat 5 atau 6 orang menjadi bagian dari 10 orang terkaya di Indonesia. Dan ‘orang-orang kaya’ itu menjadi figur perokok yang dicontoh siapa saja.
  4. Peringatan tentang bahaya merokok yang sudah tercantum disetiap kemasan ternyata tidak berpengaruh banyak. Perokok ‘miskin’ kebanyakan tidak bisa baca dan tulis. Perokok ‘menengah’ ternyata terlalu sibuk dengan pekerjaannya sehingga tidak sempat membaca peringatan tersebut. Dan sisanya yang perokok ‘kaya’ tidak peduli sebab biaya berobat mereka sudah terjamin 17 turunan.

Pendukung Rokok berkata:

  1. Masa bodoh, lagian gue beli pake uang sendiri dari keringet sendiri. Masih mending nilai segitu sebagian buat makan puluhan ribu pegawai pabrik rokok, masih dipake bayar pajek yang bikin ente hidup rada nyaman disini. Daripada koruptor yang uangnya dipake buat makan keluarganya yang cuma segelintir.
  2. Ngitung dari mana?. Asal nulis nih. Apa dasarnya milih rokok buat mempercepat kematian. Kalo mau cepet mati ya loncat saja dari monas atau panjat tiang listrik trus pegang kabelnya pas hujan.
  3. Pake logika dong. Dimana ada orang miskin pasti ada orang kaya. Masa mau kaya semua atau mau miskin semua.
  4. Waah semakin ngawur. Rokok bukan penyebab utama kematian dan bukan penyebab utama penyakit. Mau bukti? Lihat tuh di desa-desa, rata-rata penduduk usia lanjut disana rajin merokok dan sehat. Atau mau bukti lainnya? Tuh engkong gue sudah umur 70 tahun masih hidup, trus rokoknya 5 pak sehari. Sudah gitu dia masih segar bugar dan perkasa. Lusa malah dia mau kawin lagi.
 

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Pastikan Bahwa Sudah Benar Mati.

Dua orang pemburu sedang ada di hutan saat salah satunya jatuh ke jurang. Ia sepertinya tidak bernapas, matanya melotot.

Temannya mengambil telepon selulernya dan menelepon layanan darurat. Dengan histeris, ia berkata kepada operatornya, “Temanku mati! Apa yang harus aku lakukan?”

Si operator, dengan suara yang halus, berkata, “Tenang. Saya bisa bantu. Pertama, pastikan bahwa dia sudah mati.”

Suasananya hening, dan kemudian terdengar suara tembakan, “Dor … dor…” Lalu pria tadi berkata lagi, “Oke, terus apa yang lagi yang harus kulakukan?”

 

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Permintaan Terakhir Terpidana Mati di Kursi Listrik.

Seorang pembunuh duduk di kursi listrik dan akan dieksekusi.

“Apa kamu punya permintaan terakhir?” tanya seorang pendeta.

“Ya,” jawab si pembunuh. “Maukah kamu memegang tanganku?”

 

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Underground Itu Apa?

Suatu pagi di sebuah kelas Sekolah Menengah Umum.

Siswa : “Pak, mau nanya. Undergound itu apa, Pak?”

Guru : “Underground itu artinya bawah tanah, Nak. Tumben kamu tanya, ada apa nak?”

Siswa : “Gak kok pak, bingung saja kok ada istilah itu…”

Siswa : “Kalau musik underground itu apa pak?”

Guru : “Itu artinya musik bawah tanah nak. Pokoknya undergound itu untuk menggambarkan segala sesuatu yang bersifat di bawah tanah atau tidak kelihatan”

Siswa : “Berarti ubi itu tanaman yang umbinya juga underground ya, Pak?”

Guru : “@#$%^&* !!”

 

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Memakai Handphone Bekas Penjual Bakso

Ari menelepon Didi, temannya yang merupakan Pemilik sebuah Restoran Bakso karena setelah menggunakan HP pemberian Didi terjadi masalah.

“Di,kok HP yang tadi elu kasih kok ada masalah ya?”

“Emang masalahnya apa?”

“Kok kalo gua pencet Menu keluarnya: “MENU”
Bakso Urat :6000
Bakso Super:8000
Mie Ayam :5500

Didi di restorannya hanya bisa mesem-mesem mendengar Penjelasan Ari.

Kemudian Didi berkata, “Lumayan tuh ri biar kalau elu jual HP ini ke orang lain dia tahu dan datang ke restoranku, kayak adsense, cuma di HP.”

 

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Menolak Bila diajak Main Catur.

Suatu pagi seorang istri sedang ngobrol santai dengan suaminya dan bertanya sesuatu.

“Kenapa kau nggak pernah main catur lagi dengan Sugeng, Mas?,” tanya sang istri pada suatu sore.

“Males ah,” dengus suaminya. “Coba bayangkan, maukah kau bermain dengan orang yang sifatnya culas dan curang, yang bila kita meleng dia diam-diam melangkahkan dua pion caturnya, dan memindahkan buah catur kita ke posisi yang sulit bila kita pergi ke kamar kecil?”

“Tentu saja enggak mau, Mas,” jawab istrinya dengan yakin.

“Nah, itulah yang menjadi alasannya,” kata sang suami sambil kembali meneruskan membaca koran, “Kenapa Sugeng selalu menolak bila kuajak main…!”

 

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Jam Tangan Saja Tidak Punya.

Ketika sedang dalam perjalanan naik kereta api, seorang pria kaya ditanya oleh anak muda yang duduk di sebelahnya.

“Sekarang sudah jam berapa, Pak?”

“Saya tidak akan memberitahukannya kepadamu!,” sahut pria kaya itu dengan ketus.

“Lho, kenapa?”

“Karena, kalau saya jawab jam berapa, maka kau pasti akan mulai melakukan percakapan dengan saya. Kau akan bertanya, tujuan saya ke mana, lalu saya akan menjawabnya.”

“Lantas terpaksa saya akan bertanya pula ke mana tujuan kamu, meski sebenarnya saya sama sekali tidak tertarik untuk mengetahuinya. Kemudian, kita akan berbincang-bincang.”

“Saya akan turun di Semarang, kota kediaman saya, lalu kau pun akan turun pula di sana. Istri saya akan menunggu di stasiun dan saya akan memperkenalkannya padamu.”

“Lalu istri saya akan menawarkan padamu untuk mampir ke rumah kami. Lalu dia akan mengundang kau untuk makan malam, dan kau pasti akan menerima tawaran tersebut.”

“Lalu kau akan bertemu dengan putriku yang cantik, dan jatuh cinta padanya. Lalu mungkin kau akan melamarnya dan memintanya menjadi istrimu. Dan tahukah kau? Saya tidak sudi putriku kawin dengan pemuda yang jam tangan saja enggak punya…!”

 

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Mendapat Setengah Potongan Sepeda Motor

Pada suatu hari, si Budi sedang makan sebungkus biskuit di bangku taman. Di sebelah kirinya ada seorang anak kecil dan di sebelah kanannya ada seorang nenek -nenek.

Eeh, si anak kecil minta biskuit. Karena dalam satu bungkus biskuit itu hanya ada 3 biskuit, biskuit pertama Budi makan, biskuit kedua, dia kasih ke anak kecil itu.

Lalu saat Budi ingin memakan biskuit terakhir, nenek-nenek yang disebelahnya juga minta biskuit. Akhirnya dengan agak kesal Budi membagi satu biskuit itu menjadi dua. Setengah ia makan, dan setengah lagi diberikan pada nenek – nenek itu.

Saat Budi memberikan potongan biskuit pada nenek-nenek itu, tiba-tiba nenek itu berubah menjadi seorang peri yang dapat mengabulkan satu permintaan Budi.

“Apa permintaanmu?” tanya peri itu.

Si Budi mikir. Akhirnya setelah di timang-timang dia memutuskan dia akan meminta Sepeda motor.

“Sepeda motor!!” jawab Budi.

Lalu turunlah setengah potongan Sepeda motor. “Lho kok setengah?” Gerutu Budi

“Karena itu, jadi orang jangan pelit ya Bud…!!!”

 

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Sarang Burung Ciblek.

Di daerah Brebes tepatnya di samping kantor pemerintahan ada gang kecil yang menuju pekarangan warga. setiap pagi ada seorang karyawan kantor pemerintahan selalu menuju ke gang tersebut.

Hal itu tidak dilakukan satu sampai dua kali tapi berkali-kali. Hal ini tentu saja mengundang curiga teman kerjanya.

Yono : “Apa yang dilakukan Wasdiun ya, setiap pagi pasti ke samping kantor menuju pekarangan warga?” Pengin aku selidiki ah… ada apa yang dilakukan Wasdiun?” berkata dalam hati dengan penuh curiga.

Pagi – pagi sekali Yono berangkat ke kantor dan sembunyi di pekarangan sebelah kantornya.

Yono : “Wah, Wasdiun sudah datang, apa yang akan dilakukannya ya?”

Wasdiun berjalan dengan santai sambil tengak-tengok kiri kanan lalu memanjat pohon mangga yang tidak agak tinggi. Tangan Wasdiun meraba sebuah sarang burung.

Wasdiun : “Waduh, ternyata telur burungnya belum menetas”

Lalu Wasdiun turun dari pohon lalu kembali ke kantor. Yono pun juga ikut kembali ke kantornya dengan sembunyi-sembunyi supaya tidak diketahui oleh Wasdiun.

Besoknya Yono melakukan hal serupa yaitu mengintip, dan Wasdiun pun melakukan hal yang sama seperti kemarin.

Yono bertanya-tanya sendiri

Yono : “Apa yang dilakukan Wasdiun Ya?”

Lalu Yono naik ke pohon tersebut dan meraba apa yang diraba Wasdiun.

Yono : “Oh…ternyata sedang menanti telur burung ciblek menetas ya?”. Aku ada akal supaya Wasdiun tidak sering ke pekarangan ini.

Telur yang di sarang burung di ambil lalu di ganti dengan kotoran manusia lalu ditaruh di sarang burung.

Yono : “Mampusluh Wasdiun biar tahu anak burung yang menetas”

Sampai paginya datang lebih awal tapi tidak mengintip di pekarangan dia hanya di parkiran. Wasdiun datang.

Yono : “Mau kemana Un?”

Wasdiun : “Biasa mau ke belakang”

Wasdiun berjalan dengan santai. sampai ditempat yang dituju lalu naik ke pohon lalu meraba sarang burung tersebut.

Wasdiun : “wah ternyata sudah menetas ya? Lho ko agak basah?” berkata penuh keheranan.

Lalu tangan wasdiun yang basah diciumkan ke hidung dengan penuh curiga.

Wasdiun : “Lho ko baunya begini? Ni kan kotoran manusia! Asem ada yang ngerjain saya!”

Lalu Wasdiun kembali ke kantor lagi . Yono sudah menunggu di kantor

Yono : “Gimana ke belakangnya? Lancar?” tanya Yono

Wasdiun : “Lancar gundulmu!!!!!!”

 

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.