RSS

Tag Archives: Batak cerita lucu

Salah Tulis Nama

Dua pemuda memutuskan untuk pulang melewati kuburan guna mempersingkat jalan. Untuk menghilangkan rasa taut, mereka menyusuri kiburan tersebut sambil bercerita dan tertawa-tawa.

Tiba-tiba di tengah kuburan mereka mendengar suara orang mengetuk-ngetuk batu degnan pahat. mereka diam karena takut dan coba mendengarkan dari mana datangnya suara itu.

Ternyata ada seorang tua yang sedang memahat batu nisan. ” Hai Pak Tua, Bapak ngagetin kami aja, kami kira hantu. Apa yang Bapak kerjakan malam – malam begini?”

Tanpa menoleh kepada kedua pemuda ini, si Pak Tua ngedumel, ” Orang -orang bodoh itu…. mereka salah menulis nama saya …..”

 

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Polisi Marah Dengan Anak yang Bodoh

Ada seorang anak bernama Ponidi.Dia terkenal sangat bodoh. Suatu hari Ponidi disuruh ibunya jualan ayam ke pasar.

Karena tau kalo anaknya itu bodoh, Ibu pun memberinya nasehat.

“Jika ada yang bertanya siapa kamu, jawabnya anak mak sarimah, jika ada yang bertanya apa yang kamu bawa, jawabnya seekor ayam, jika ada yang menawarkan dengan harga murah, jawabnya sebegitu belum cukup, dua kali lipatnya.. jika orang itu mau beli, jawabnya iya..”

di perjalanan Ponidi bertemu dengan seorang polisi

Polisi : “Apa yang kamu bawa?”
Ponidi : “Anak mak sarimah..”

Polisi mulai berang

Polisi : “Kamu tau siapa saya?”
Ponidi : “Seekor AYAM..”

Polisi marah

Polisi : “Kurang ajar kamu ya!! ku tampar kamu 2 kali ya!!”
Ponidi : “Sebegitu belum cukup.. dua kali lipatnya..”

Polisi pun menampar dia 4 kali

Polisi : “Masih mau ditampar??!!”
Ponidi : “IYA”
Polisi : “????!!!?”

 

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Rasa Kencing Manis.

Waktu kuliah ilmu penyakit dalam di sebuah fakultas kedokteran, sang profesor masuk kelas dengan membawa sebuah gelas berisi cairan berwarna kekuningan.

“Nah anak-anak semua, hari ini kita akan kuliah mengenai penyakit diabetes mellitus, atau sering disebut kencing manis” kata si prof.

“Tuh botol isinya apaan prof ?” seorang mahasiswa nanya.

“Tebak aja. Tahu kan kenapa disebut kencing manis ?” jawab si prof.

“Tahu dong prof. Katanya air seni penderita diabetes itu manis ya prof?” jawab si mahasiswa tadi.

“Katanya.. Udah pernah coba belum ?” tantang si prof.

“Eh .. Uhm … ehhm… belom.” si mahasiswa menjawab takut-takut.

“Nah, gelas ini isinya air seni orang diabetes. Saya cobain dulu, ntar abis saya gantian satu kelas cobain yah ..”

Para mahasiswa melihat si prof dengan tenang mencelupkan sebuah jarinya ke dalam botol, lalu tampak si prof menjilat.

“Nah, saya sudah coba, sekarang kamu gantian cobain deh.”

Mau nggak mau, karena udah dicontohin, para mahasiswa mencoba satu demi satu. Dan mereka setuju, memang agak manis rasanya.

“Bener prof … hkk hkkk emang agak manis rasanya … “

“Nah udah coba semuaa….?” tanya prof.

“Udaaaahhhhhh …. “

Lalu si prof mulai ngasih kuliah tentang penyakit diabetes dan lain-lain. Pas udah mau habis.

“Nah sebelum saya keluar ada sedikit info lagi nih”

“Kalian tadi memperhatikan nggak, kalau saya mencelupkan jari tengah, tapi saya menjilat jari telunjuk …. “

?!@#@#$$@

 

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Jangan Baca Halaman Terakhir.

Suatu hari Bedu mampir ke sebuah toko buku yang sudah tua, agak remang-remang dan pengunjungnya jarang, suasananya sedikit angker. Toko itu hanya dijaga oleh seorang kakek yang sudah tua sekali.

Bedu adalah penggemar cerita horor, jadi buku yang dia cari ya cerita-cerita horor. Setelah dicari-cari, ketemulah buku yang berisi kumpulan cerita horor. Tanpa pikir panjang Bedu langsung menuju kasir untuk membayar.

Bedu : ”Yang ini berapa harganya?”

Kakek : ”Sembilan puluh ribu nak”

Bedu : ”Waduh, mahal bener kek, padahal bukunya tipis gini?”

Kakek : ”Kalau tidak ingin beli, kembalikan saja bukunya”

Bedu : (Kata Bedu dalam hati) ”Waduh, mana duitku pas-pasan lagi”.

Tapi karena sudah niat sekali, akhirnya Bedu membeli buku itu juga. Setelah membayar Bedu langsung keluar dari toko, namun baru sampai di pintu toko kakek itu memanggil Bedu,

Kakek : ”Nak, jangan coba-coba membuka halaman terakhir dari buku itu kalau tidak ingin menyesal nantinya”

Bedu merinding dan hanya bisa menelan ludah saja tanda kaget lalu segera ia meninggalkan toko buku yang angker itu.

Tengah malam, tiba-tiba hujan turun deras sekali disertai petir yang menggelagar dan angin kencang membuat jendela kamar Bedu terbuka.

Angin kencang yang bertiup masuk ke kamar Bedu membuatnya terbangun dari tidurnya. Angin itu juga membuat buku horor yang dibelinya tadi siang membalikkan halamannya satu demi satu dengan cepat.

Teringat ucapan kakek penjaga toko, Bedu langsung menahan buku itu agar tidak membalikkan halaman lagi, namun apa daya halaman terakhir dari buku itu sudah terbuka.

Bedu ketakutan dan dengan pelan-pelan ia ingin melihat isi dari halaman terakhir itu. Isi dari halaman terakhir dari buku itu adalah:

”KUMPULAN CERITA-CERITA HOROR.. SELESAI… DAPATKAN JUGA KOLAKSI-KOLEKSI CERITA HOROR LAINNYA DI TOKO BUKU KESAYANGAN ANDA, HANYA SEHARGA Rp. 15.000,- ”

 

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Jika Orang Anti Merokok Ketemu Perokok.

Anti Rokok berkata:

  1. Angka belanja rokok orang Indonesia setiap tahun tidak kurang dari 150 trilliun Rupiah. Uang sebanyak itu, kalau semuanya adalah pecahan 50 ribu-an yang disambung-sambung, maka akan sama dengan membuat untaian sepanjang jarak bumi – bulan 7 kali bolak-balik. Atau kalau dibelikan tusuk gigi dan kemudian dirangkai dan dilem bisa menghasilkan maket 7 keajaiban dunia dengan skala 1:20 sebanyak 300 buah. Atau bisa dibelikan sedan Mercedes terbaru sebanyak 300.000 unit.
  2. 80% perokok di Indonesia adalah orang-orang miskin yang mungkin bosan hidup dalam kemiskinan, sehingga memilih merokok untuk mempercepat kematian. Yang 15% adalah kalangan menengah yang stress dengan tanggung jawab di pekerjaannya. Dan 5% perokok disini adalah orang kaya yang kebingungan menghabiskan uangnya.
  3. Hebatnya lagi, ’orang-orang miskin’ itu, membelanjakan uangnya untuk membeli produk yang membuat 5 atau 6 orang menjadi bagian dari 10 orang terkaya di Indonesia. Dan ‘orang-orang kaya’ itu menjadi figur perokok yang dicontoh siapa saja.
  4. Peringatan tentang bahaya merokok yang sudah tercantum disetiap kemasan ternyata tidak berpengaruh banyak. Perokok ‘miskin’ kebanyakan tidak bisa baca dan tulis. Perokok ‘menengah’ ternyata terlalu sibuk dengan pekerjaannya sehingga tidak sempat membaca peringatan tersebut. Dan sisanya yang perokok ‘kaya’ tidak peduli sebab biaya berobat mereka sudah terjamin 17 turunan.

Pendukung Rokok berkata:

  1. Masa bodoh, lagian gue beli pake uang sendiri dari keringet sendiri. Masih mending nilai segitu sebagian buat makan puluhan ribu pegawai pabrik rokok, masih dipake bayar pajek yang bikin ente hidup rada nyaman disini. Daripada koruptor yang uangnya dipake buat makan keluarganya yang cuma segelintir.
  2. Ngitung dari mana?. Asal nulis nih. Apa dasarnya milih rokok buat mempercepat kematian. Kalo mau cepet mati ya loncat saja dari monas atau panjat tiang listrik trus pegang kabelnya pas hujan.
  3. Pake logika dong. Dimana ada orang miskin pasti ada orang kaya. Masa mau kaya semua atau mau miskin semua.
  4. Waah semakin ngawur. Rokok bukan penyebab utama kematian dan bukan penyebab utama penyakit. Mau bukti? Lihat tuh di desa-desa, rata-rata penduduk usia lanjut disana rajin merokok dan sehat. Atau mau bukti lainnya? Tuh engkong gue sudah umur 70 tahun masih hidup, trus rokoknya 5 pak sehari. Sudah gitu dia masih segar bugar dan perkasa. Lusa malah dia mau kawin lagi.
 

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Pastikan Bahwa Sudah Benar Mati.

Dua orang pemburu sedang ada di hutan saat salah satunya jatuh ke jurang. Ia sepertinya tidak bernapas, matanya melotot.

Temannya mengambil telepon selulernya dan menelepon layanan darurat. Dengan histeris, ia berkata kepada operatornya, “Temanku mati! Apa yang harus aku lakukan?”

Si operator, dengan suara yang halus, berkata, “Tenang. Saya bisa bantu. Pertama, pastikan bahwa dia sudah mati.”

Suasananya hening, dan kemudian terdengar suara tembakan, “Dor … dor…” Lalu pria tadi berkata lagi, “Oke, terus apa yang lagi yang harus kulakukan?”

 

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Permintaan Terakhir Terpidana Mati di Kursi Listrik.

Seorang pembunuh duduk di kursi listrik dan akan dieksekusi.

“Apa kamu punya permintaan terakhir?” tanya seorang pendeta.

“Ya,” jawab si pembunuh. “Maukah kamu memegang tanganku?”

 

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.